SAMARINDA, FASYA UINSI NEWS,- Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda kembali menghadirkan forum akademik melalui agenda kuliah umum yang menghadirkan Prof. Dr. H. Andi Salman Maggalatung, S.H., M.H., Tenaga Ahli Menteri Agama Bidang Hukum, HAM, dan Kerukunan Umat Beragama. Turut hadir Prof. Alfitri, M.Ag., LL.M., Ph.D., Dekan Fakultas Syariah UINSI Samarinda, dalam kegiatan yang berlangsung di Auditorium 22 Dzulhijah. Jumat, (13/02/2026)

Kuliah umum ini bertujuan memperluas wawasan kebangsaan dan keagamaan, sekaligus memperkuat komitmen terhadap harmoni sosial di tengah kemajemukan bangsa. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan, Prof. Dr. Muhammad Nasir, M.Ag., dalam sambutannya mewakili Rektor, menyampaikan rasa syukur atas kehadiran narasumber yang dinilai memberikan energi positif bagi penguatan moderasi beragama dan nilai kebangsaan di UINSI Samarinda.

Dalam pemaparannya, Prof. Salman menyoroti keberhasilan Provinsi Kalimantan Timur meraih Harmoni Award dari Kementerian Agama RI selama dua tahun berturut-turut. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan buah komitmen masyarakat dalam menjaga kerukunan antarumat beragama. Ia menegaskan bahwa meski Indonesia dikenal sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, kemajemukan tetap menyimpan potensi tantangan berupa intoleransi, radikalisme, dan konflik sosial berbasis agama jika tidak dikelola dengan bijak.

Prof. Salman juga menjelaskan program prioritas Kementerian Agama yang dikenal sebagai Asta Protas Kemenag Berdampak, dengan fokus pada peningkatan kualitas umat beragama, penguatan ekoteologi, dan penumbuhan cinta kemanusiaan. Program ini dirancang untuk mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa fondasi utama menjaga persatuan adalah kerukunan dan cinta kemanusiaan. Agama, menurutnya, hadir untuk memanusiakan manusia dan merajut persaudaraan. Dalam konteks kebangsaan, kemajemukan Indonesia dipandu oleh tiga norma hukum: norma filosofis bangsa, norma fundamental negara, dan norma hukum positif.

Menutup kuliah umum, Prof. Salman mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap intoleransi, radikalisme, dan terorisme. Ia berharap sivitas akademika UINSI Samarinda dapat terus mengampanyekan nilai saling menghargai dan menghormati di tengah perbedaan sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan akademik. (*jaw/novan*hmsuinsi)