SAMARINDA, FASYA UINSI NEWS,- Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda menyelenggarakan Yudisium Sarjana (S-1) di Aula Fakultas Syariah pada Kamis (23/04/026). Sebanyak 43 mahasiswa dari Program Studi Hukum Tata Negara, Hukum Keluarga, dan Hukum Ekonomi Syariah resmi diyudisium.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Syariah UINSI Samarinda, Prof. Alfitri, M.Ag., L.LM., Ph.D., menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) secara bijak. “Di tengah gempuran kemajuan teknologi AI, kita boleh menggunakannya, namun harus tetap bijak. Jangan percaya penuh pada hasil AI, tetap lakukan pengecekan ulang agar terhindar dari kesalahan referensi maupun kutipan,” ujarnya.
Prof. Alfitri juga mengingatkan para lulusan untuk terus mengembangkan diri. “Setelah ini jangan berpuas diri. Ikutilah pelatihan-pelatihan bersertifikat nasional yang diakui Bada Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) agar lebih mudah mendapatkan peluang kerja di luar,” tambahnya. Ia menekankan bahwa tantangan ke depan akan semakin besar, sehingga mahasiswa perlu mempersiapkan diri dengan baik. “Merayakan kelulusan boleh, tetapi jangan terlena terlalu lama. Masa depan kalian ditentukan oleh usaha kalian sendiri,” tegasnya.
Sebelum menutup sambutan, Prof. Alfitri berharap para lulusan meninggalkan kesan baik di masyarakat setelah menempuh pendidikan di Fakultas Syariah UINSI Samarinda. “Semoga pengalaman kalian selama kuliah dapat menarik minat calon mahasiswa baru untuk bergabung di Fakultas Syariah. Terima kasih kepada seluruh penyelenggara yang telah menyukseskan acara ini dengan baik dan lancar,” tutupnya.
(humasfasya*jaw)




