SAMARINDA, FASYA UINSI NEWS,- Wakil Dekan III Bidang Kerjasama, Alumni, dan Kemahasiswaan Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, Dr. H. Ashar Pagala, S.H.I., M.H.I., menyampaikan materi bertema “Peran, Identitas, dan Tanggung Jawab Mahasiswa” dalam kegiatan Pengenalan Budaya Akademik (PBAK) Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Fakultas Syariah pada Selasa (12/8/2026).
Dalam pemaparannya, Dr. Ashar menegaskan bahwa mahasiswa bukan sekadar individu yang menempuh pendidikan tinggi, melainkan juga agen perubahan (agent of change) di tengah masyarakat. Mahasiswa, menurutnya, memiliki identitas sebagai intelektual muda yang kritis, idealis, dan inovatif. Ciri khas mahasiswa tercermin dari kemampuan berpikir kritis dan analitis, kemandirian dalam belajar, semangat perubahan, serta orientasi pada pengembangan diri dan masyarakat.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa peran mahasiswa mencakup empat aspek penting: sebagai Agent of Change yang membawa perubahan sosial, Iron Stock atau calon pemimpin masa depan, Moral Force yang menegakkan nilai moral dan keadilan, serta Social Control yang berfungsi sebagai pengawas kebijakan publik. Mahasiswa juga memiliki hak atas pendidikan, fasilitas, dan kebebasan akademik, namun di sisi lain berkewajiban menjaga etika, disiplin, serta nama baik almamater.
Dr. Ashar tidak menutup mata terhadap berbagai tantangan yang dihadapi mahasiswa saat ini, mulai dari distraksi teknologi dan media sosial, kompetisi global yang semakin ketat, krisis moral dan etika, hingga tekanan akademik dan ekonomi. Menurutnya, semua tantangan tersebut harus dihadapi dengan kesadaran akan peran besar mahasiswa dalam membangun bangsa.
Ia menambahkan bahwa kemahasiswaan merupakan seluruh aktivitas, program, dan kebijakan yang mendukung pengembangan mahasiswa, baik dalam aspek akademik, organisasi, sosial, budaya, maupun kepemimpinan. Tujuannya adalah membentuk mahasiswa yang berkarakter, berintegritas, dan kompeten.
Menutup penyampaiannya, Dr. Ashar menegaskan bahwa mahasiswa bukan hanya pencari ilmu, tetapi juga agen perubahan. “Kemahasiswaan adalah ruang pembentukan karakter dan kepemimpinan. Mahasiswa hari ini adalah pemimpin bangsa masa depan. Dari tangan-tangan mahasiswa yang berintegritas inilah lahir generasi penerus yang akan membawa bangsa menuju kemajuan dan peradaban yang lebih baik,” ujarnya penuh keyakinan.


