SAMARINDA, FASYA UINSI NEWS,- Wakil Dekan II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, Dr. H. Akhmad Haries, S.Ag., M.S.I., menekankan pentingnya mahasiswa untuk terus aktif dalam kegiatan kemahasiswaan, khususnya melalui organisasi seperti HMJ, SEMA, dan DEMA. Hal ini disampaikan pada kesempatan beliau menjadi pemateri dalam kegiatan Pengenalan Budaya Akademik (PBAK) Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Fakultas Syariah pada Selasa (12/8/2026).

Dalam penyampaian materinya, Dr. Haries menegaskan bahwa organisasi mahasiswa bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan ruang pembelajaran yang melengkapi proses akademik. Melalui organisasi, mahasiswa dapat mengasah keterampilan kepemimpinan, memperluas jaringan komunikasi, serta belajar mengelola program yang bermanfaat bagi masyarakat kampus. Ia menambahkan bahwa pengalaman berorganisasi akan menjadi bekal penting ketika mahasiswa terjun ke dunia kerja maupun pengabdian masyarakat.

Lebih lanjut, Dr. Haries mengingatkan bahwa setiap kegiatan mahasiswa harus dilaksanakan dengan komunikasi yang baik. Menurutnya, komunikasi yang terbuka dan terstruktur akan mencegah terjadinya kesalahpahaman, sekaligus memastikan kegiatan berjalan sesuai rencana. Ia menekankan bahwa koordinasi antaranggota maupun dengan pihak fakultas menjadi kunci keberhasilan setiap program.

Sebagai pengelola anggaran fakultas, Dr. Haries juga menyoroti pentingnya pengelolaan dana kegiatan mahasiswa. Ia berharap agar anggaran yang diberikan dapat digunakan secara bijak, dengan mendukung kegiatan yang bersifat positif, membangun prestasi, serta menjaga nama baik Fakultas Syariah dan UINSI Samarinda. Ia menekankan bahwa penggunaan anggaran harus diarahkan pada kegiatan yang memberi manfaat nyata, baik bagi mahasiswa maupun institusi.

Menutup materinya, Dr. Haries mengingatkan mahasiswa untuk tidak melupakan laporan pertanggungjawaban setelah kegiatan selesai. Ia menegaskan bahwa laporan bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk transparansi dan akuntabilitas. Laporan tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa mahasiswa telah menggunakan anggaran sesuai aturan, sekaligus menunjukkan rasa tanggung jawab kepada negara. “Biasanya mahasiswa lalai dalam membuat laporan, padahal itu sangat penting. Laporan bukan hanya untuk fakultas, tetapi juga sebagai bentuk pertanggungjawaban kita kepada negara,” ujarnya.

Dengan pesan tersebut, Dr. Haries berharap mahasiswa Fakultas Syariah UINSI Samarinda dapat menjadi generasi yang aktif, komunikatif, bertanggung jawab, serta mampu mengharumkan nama kampus melalui kegiatan organisasi yang terarah dan bermanfaat.
(humasfasya*jaw)