SAMARINDA, FASYA UINSI NEWS,- Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda kembali menggelar Wisuda Sarjana (S-1) Ke-49, Magister (S-2) Ke-24, dan Doktor Ke-5 yang berlangsung di Auditorium 22 Dzulhijjah Kampus 2 UINSI Samarinda pada Kamis (27/8/2026). Dari total 871 wisudawan, sebanyak 98 di antaranya berasal dari Fakultas Syariah.
Rektor UINSI Samarinda, Prof. Dr. Zurqoni, M.Ag., dalam sambutannya menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar penanda berakhirnya masa studi, melainkan awal dari fase kehidupan yang lebih menantang. Ia berpesan agar para lulusan tidak berhenti belajar, menjaga ketawadhuan, serta mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat. “Keberhasilan Anda dalam menempuh kuliah tidak pernah berdiri sendiri. Di baliknya ada doa orang tua, pengorbanan keluarga, peran para dosen, dukungan teman dan sahabat, serta kerja keras Saudara sendiri,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rektor menitipkan tiga pesan utama kepada para wisudawan. Pertama, agar senantiasa menjadi pribadi yang tawadhu dan menghormati siapa pun, terutama orang tua dan guru, karena sikap rendah hati merupakan bagian penting dalam perjalanan menuju kesuksesan. Kedua, para lulusan diminta menjadi pembelajar sepanjang hayat di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan transformasi digital yang begitu cepat. “Jangan pernah selesai belajar. Pelajari teknologi, tetapi jangan menjadi budak teknologi. Gunakan kecerdasan digital, tetapi jangan kehilangan kecerdasan spiritual,” pesannya. Selain penguasaan teknologi, Rektor juga menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, serta integritas sebagai bekal menghadapi perubahan zaman. Ketiga, para lulusan diharapkan menjadi pencipta solusi di tengah masyarakat, sebab berbagai persoalan seperti konflik, hoaks, hingga bencana membutuhkan kontribusi nyata dari setiap individu. “Jadilah orang yang berkontribusi dalam menyelesaikan masalah di masyarakat, bukan sebaliknya menjadi sumber masalah di masyarakat,” tegasnya.
Rektor juga mengingatkan agar para wisudawan tidak hanya membawa ijazah dan gelar ketika meninggalkan kampus, tetapi juga nilai-nilai keteladanan, kepedulian, serta menjaga nama baik almamater. Ia menyampaikan penghormatan kepada orang tua dan keluarga wisudawan atas kepercayaan yang telah diberikan kepada UINSI Samarinda untuk mendidik putra-putri mereka, sekaligus memohon maaf apabila selama proses pendidikan terdapat pelayanan yang kurang berkenan. Menutup sambutannya, Rektor atas nama pimpinan dan seluruh sivitas akademika menyampaikan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati, dengan harapan agar para lulusan menjadi pribadi yang berhasil, bermanfaat bagi masyarakat, serta berguna bagi bangsa dan agama.
Pada momen yang sama, Fakultas Syariah turut menorehkan prestasi membanggakan. Qamaruzzaman Ali Khudrawi, mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam, dinobatkan sebagai wisudawan terbaik dari Fakultas Syariah dengan IPK 3,97. Sementara itu, Syarifah Padlun dari Program Studi Hukum Tata Negara meraih penghargaan wisudawan berprestasi berkat keberhasilannya menjuarai Legal Opinion LCC 2024 Tingkat Nasional antar Fakultas Syariah PTKIN se-Indonesia.






