MUARA BADAK, FASYA UINSI NEWS,- Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga di wilayah pesisir, mahasiswa KKN Kolaborasi UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda Desa Saliki Tahun 2026 yang didalamnya merupakan mahasiswa dari fakultas syariah melaksanakan kegiatan penanaman bibit tanaman pangan dan tanaman obat keluarga (toga) di pekarangan Kantor Desa Saliki, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Jumat (7/8/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 16.00 WITA ini mengusung tema “Optimalisasi Pekarangan Kantor Desa melalui Budidaya Tanaman Pangan dan Toga untuk Mewujudkan Kemandirian Pangan dan Gizi Keluarga di Desa Saliki”. Tema tersebut menjadi ajakan bagi masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan secara produktif demi terciptanya kemandirian pangan dari tingkat rumah tangga.

Puluhan mahasiswa KKN bersama aparatur Pemerintah Desa Saliki dan ibu-ibu PKK menanam bibit cabai, tomat, seledri, serta lengkuas. Keterlibatan lintas elemen masyarakat ini mencerminkan semangat gotong royong dalam mewujudkan ketahanan pangan berbasis keluarga.

Selain menambah luasan lahan produktif, kegiatan ini menjadi sarana edukasi penting mengenai kemandirian pangan di tengah tekanan inflasi harga. Tim KKN menekankan manfaat jangka panjang pemanfaatan pekarangan, seperti penghematan pengeluaran rumah tangga, peningkatan ketersediaan pangan bergizi, pengurangan ketergantungan pada pasokan eksternal, serta kontribusi terhadap pemenuhan gizi keluarga dan pencegahan risiko stunting.

Tidak berhenti pada penanaman, mahasiswa KKN bersama PKK Desa Saliki juga merancang langkah lanjutan berupa pembentukan kelompok pemelihara tanaman, jadwal pemantauan pertumbuhan bibit, serta rencana edukasi berkelanjutan bagi masyarakat. Monitoring berkala akan dilakukan untuk memastikan keberhasilan program sekaligus menjadi model bagi desa lain.

Melalui aksi ini, mahasiswa KKN berharap gerakan kecil yang dilakukan bersama dapat berkembang menjadi inisiatif besar yang berkelanjutan. Mereka menanam bukan hanya bibit tanaman, tetapi juga benih pengetahuan dan kesadaran akan pentingnya kemandirian pangan yang diharapkan memberi manfaat ekonomi, sosial, dan kesehatan bagi keluarga serta masyarakat Desa Saliki.
(humasfasya*jaw/jannah)